Rabu, 13 Maret 2013





Judul asli : Musnad lil Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal
Penulis : Imam Ahmad bin hanbal -rahimahullah-
Takhrij hadits : Syaikh Al Muhadits Ahmad Muhammad Syakir -rahimahullah-
Fisik : buku ukuran sedang 15×23.5 cm, Hardcover
Penerbit: Pustaka Azzam
Harga: 
Rp 189.000,- discount  30%
Pemesanan : 08561105180
Musnad adalah kitab yang berisi kumpulan hadits yang  tidak diurut berdasarkan urutan bab-bab fiqih namun dikelompokkan/diurutkan  menurut setiap Shohabat rodliallohu anhum , baik hadits shahih, hasan atau dhaif. Urutan nama-nama para Shohabat didalam musnad kadang berdasarkan huruf hijaiyah atau alfabet sebagaimana dilakukan oleh ulama dan ini yang paling mudah, kadang juga berdasarkan pada kabilah dan suku, atau berdasarkan yang paling dahulu masuk Islam, atau berdasarkan negeri (asal).
Kitab hadits yang berbentuk musnad cukup banyak. Al Killani dalam kitabnya Ar Risalah Al Musthatharafah menyebutkan jumlahnya sebanyak 82 Musnad, diatara yang paling terkenal yaitu : Musnad karya Imam Abu Daud, Musnad karya Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad karya Imam Abu bakar Al Humaidi, Musnad karya Imam Abu Ya’la -rahimakumullah- . Kitab ini adalah jilid 10 dari terjemahan Kitab Musnad Imam Ahmad yang telah ditakhrij oleh Syaikh Al Muhadits Ahmad bin Muhammad Syakir -rahimahullah- .

Jumat, 22 Februari 2013




At-Tadzkirah Jilid 1 & 2


Sepanjang apa pun usia kehidupan duniawi kita tetap saja ia tidak memiliki keabadian. Berapa tahun kita ingin hidup di bumi ini ? 100 tahun ? 1000 Tahun? Atau berjuta tahun? Toh, semuanya tetap berakhir pada kepunahan , kematian ,kehancuran dan ketidakabadian. Dunia memang bukan tempat keabadian kita. Sumber keabadian hanya ada disana, di alam akhirat. Kita semua akan beranjak kesana cepat atau lambat . Dan kelak, keabadian kita hanya akan berakhir pada satu dari dua pilihan; surge atau neraka . Satu hal yang pasti, bahwa pilihan di negeri abadi itu sungguh-sungguh bergantung pada bagaimana kita  menyikapkannya di sini, di dunia ini.
Karena itu, pertannyaan terpenting yang harus selalu dapat kita jawab adalah” sidahkan kita menyiapkan bekal untuk keabadian itu?” jangan sampai penyesalan kita datang tidak pada waktunya . Sebab, itu hanya akan sia-sia belaka. Di akhirat kelak, penyesalan sedasyat apaun tidak ada gunanya.
Buku yang kini berada di tangan Anda ini adalah salah satu karya ilmiah terlengkap yang memuat penjelasan rinci tentang proses perjalanan kita menuju negeri keabadian itu. Dengan sangat detil dan mendalam, Iman Al-Qurthubi seorang alim yang tidak di ragukan lagi kredibilitasnya memaparkan perjalanan itu secara ilmiah,lengkapa dengan hujjah –hujjah yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, bila Anda adalah sosok yang peduli akan kehidupan abadi di akhirat ,mengapa Anda tidak menjadikan buku ini sebagai koleksianda.
Selamat membaca! Segera dapatkan discountnya hanya disini

Kamis, 07 Februari 2013



BUKU ENSIKLOPEDIA IBNU HAJAR AL-ASQALANI 1-2 JILID

ISI BUKU JILID 1 :


KITAB DZIKIR
Bab: Keutamaan Al Basmalah 2
Bab: Bershalawat untuk Nabi g 5
Bab: Tentang Majlis Dzikir 6
Bab: Doa Dibebaskan dari Neraka 32
Bab: Tentang Keutamaan Laa Ilaaha Illallaah 33
Bab: Riwayat-Riwayat tentang Al Baaqiyat Ash-Shalihat
dan Sebagainya 50
Bab: Kelengkapan tentang Tasbih dan Tahmid 57
Bab: Anjuran Bertasbih 81
Bab: Riwayat-Riwayat tentang Hauqalah (laa haula walaa
quwwata illaa billaah) 84
Bab: Dzikir-Dzikir tentang Asma‘ Allah Al Husna 92
Bab: Tentang Nama Allah Yang Paling Agung 104
Bab: Tentang Orang yang Mengucapkan: Laa Ilaaha Illallaahul
Malikul Haqqul Mubin (tidak ada sesembahan selain Allah,
Raja yang sebenar-benarnya lagi Maha Menjelaskan) 106
Bab: Riwayat-Riwayat Tentang Ucapan Setelah Adzan 107
Bab: Apa yang Diucapkan Ketika Menuju Masjid 110
Bab: Apa yang Diucapkan Ketika Masuk Masjid dan Ketika
Keluar dari Masjid 113
Bab: Apa yang Diucapkan bagi Orang yang
Mengumumkan Kehilangan Susuatu di Masjid 119
Bab: Apa yang Diucapkan Ketika Matahari Terbit 123
Bab: Apa yang Diucapkan setelah Wudhu 129
Bab: Apa yang Diucapkan Setelah Wudhu 147
Bab: Mengenai Orang yang Tidur Malam dalam Keadaan Suci 148
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Hendak Memasuki Tempat
Buang Hajat dan Keluar Darinya 149
Bab: Larangan Berdzikir dan Berbicara di Tempat Buang Hajat 159
Bab: Apa yang Diucapkan Setelah Shalat Shubuh 164
Bab: Riwayat-Riwayat Tentang Dzikir-Dzikir Setelah Shalat 168
Bab: Apa yang Diucapkan oleh Orang yang mendengar firman
Allah Ta’ala, أَلَيْسَ اللهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ (Bukankah Allah
Hakim yang seadil-adilnya? (Qs. At-Tiin [95]: 8) 177
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Memasuki Waktu Pagi dan
Apabila Memasuki Waktu Sore 182
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Tertimpa Musibah 269
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Melihat Orang yang
Terkena Musibah 270
Bab: Doa Hendak Berhubungan Intim 271
Bab: Tentang Orang yang Diwajibkan Surga Baginya 272
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Mengenakan Pakaian 273
Bab: Dzikir-Dzikir Menjelang Tidur 284
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Tidak Dapat Tidur
(Sulit Tidur) 325
Bab: Apabila Terjaga dan Gelisah di Malam Hari 328
Bab: Apa yang Dibaca di Malam Hari 331
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Memasuki Rumahnya dan
Apabila Keluar Darinya 334
Bab: Doa Apabila Masuk Awal Bulan atau Awal Tahun 347
Bab: Berdzikir kepada Allah ketika Berjumpa dengan Musuh 348
Bab: Ketika Melewati Kuburan 349
Bab: Takbir 350
Bab: Tentang Jimat Abu Dujanah 350
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Marah 350
Bab: Doa Ketika Berduka 351
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Berhutang 356
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Mencapai Shaff Shalat 357
Bab: Apa yang Diucapkan Ketika Makan dan Minum 358
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Masuk Pasar 361
Bab: Dzikir-Dzikir Dalam Safar (Bepergian/Perjalanan) 362
Bab: Apa yang Diucapkan Ketika Singgah di Suatu Tempat
Singgah 372
Bab: Apa yang Dikatakan oleh Orang yang Menunggang
Tunggangan atau Menaiki Perahu 373
Apa yang Diucapkan Apabila Hewan Tunggangan Mengamuk 375
Apa yang Diucapkan Apabila Melihat Sebuah Desa/Kota 376
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Melihat Bulan Sabit 381
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Bintang Jatuh 385
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Angin Berhembus 386
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Jin Menjelma 389
Bab: Apa yang Diucapkan Apa Bila Mendengar Suara Guntur 390
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Takut kepada Sultan
(Penguasa) 393
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Takut kepada Suatu Kaum 395
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Melihat pada Cermin 398
Bab: Apa yang Diucapkan Apabila Melihat Sesuatu yang
Menakjubkan 400
Bab: Riwayat-Riwayat tentang Kaffarah Majlis 400
Bab: Tentang Isiti’adzah 431
KITAB ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
Bab: Tentang Zuhud (Meninggalkan Kesenangan Duniawi) 435
Bab: Dunia itu Manis lagi Indah 439
Bab: Anjuran Mengecilkan Keduniaan 453
Bab: Tawadhu’ (Rendah Hati) 459
Bab: Riwayat-Riwayat Tentang Kesedihan 466
Bab: Tentang Hati 468
Bab: Apa yang Mencukupi Anak Adam dari Dunia 472
Bab: Orang-orang yang Memperbanyak (Harta) Adalah Mereka
yang Menyedikitkan (Pahala) 473
Bab: Riwayat-Riwayat Tentang Harapan dan Ajal 481
Bab: Hinanya Dunia Bagi Allah 493
Bab: ‘Uzlah (pengasingan diri) 495
Bab: Riya dan Sum’ah 497
Bab: Tentang Menangis 500
Bab: Tentang Wejangan-Wejangan 506
Bab: Seseorang Itu Akan Bersama Orang yang Dicintainya 513
Bab: Orang-Orang yang Saling Mencintai Karena Allah 514
Bab: Tentang Firasat 515
Bab: Tentang Kakunya Mata dan Kerasnya Hati 516
Bab: Melihatnya Malaikat Kepada Ahli Ketaatan dan Lainnya 517
Bab: Nafkah Halal dan Haram 518
Bab: Harta, Amal dan Keluarga Manusia 519
Bab: Berhenti dari Kemaksiatan 520
Bab: Tentang Diam dan Menjaga Lisan 521
Bab: Perkataan yang Diremehkan Manusia 527
Bab: Riwayat-Riwayat Tentang Melakukan Kebaikan dan
Keburukan 528
Bab: Tentang Orang yang Rela dengan Apa yang
Dianugerahkan kepadanya 529
Bab: Tentang Orang yang Ambisius Terhadap Keduniaan 530
Bab: Tentang Pemuda yang Menyerupai Orang Tua 532
Bab: Riwayat-Riwayat Tentang Kecintaan, Kemarahan dan
Pujian yang Baik 533
Bab: Mencintai Nabi g 535
Bab: Tentang Orang yang Diridhai Allah 535
Bab: Riwayat-Riwayat Tentang Orang-Orang yang Bertakwa 537
Bab: Pusatnya Takwa adalah Hatinya Orang-Orang yang ‘Arif 541
Bab: Amal Shalih 542
Bab: Tentang Kegembelan dan serba kekurangan 543
Bab: Perangkap-Perangkap Syetan 545
Bab: Keutamaan Orang-Orang Fakir 547
Bab: Tentang Orang yang Kepentingannya Selain Allah 556
Bab: Tentang Orang yang Tidak Diperdulikan 557
Bab: Meninggalkan Keduniaan untuk Para Ahlinya 558
Bab: Tidak Ada yang Dapat Memenuhi Perut Anak Adam
Selain Tanah 560
Bab: Tentang Berinfak dan Tidak Berinfak 563
Bab: Barangsiapa Mencintai Muslim karena Allah, Maka Akan
Dicintai oleh yang Lainnya 571
Bab: Anjuran Amar Ma’ruf Nahyi Munkar (mengajak kepada
kebaikan dan mencegah kemungkaran) 572
Bab: Tawakkal 574
Bab: Tentang Syukur dan Sabar 576
Bab: Cemas dan Berharap 580
Bab: Menghindari Dosa-Dosa Kecil 585
Bab: Orang yang Merinding karena Takut kepada Allah 587
Bab: Bukanlah Kekayaan Itu dengan Banyaknya Barang 587
Bab: Keyakinan 588
Bab: Apa yang Dikhawatirkan pada Orang Kaya dari
Hartanya dan Lainnya 589
Bab: Mencari yang Halal dan Mengupayakannya 591
Bab: Sederhana dan Konsisten Beramal 593
Bab: Sederhana dan Konsisten dalam Beramal 595
Bab: Riwayat Tentang Ujub (bangga diri) 595
Bab: Keutamaan Wara’ (‘alim, takwa, shalih) dan Zuhud 596
Bab: Qana’ah (puas hati) 596
Bab: Riwayat tentang Firasat 597
Bab: Tentang Santun dan Pelan-Pelan 597
Bab: Tentang Gurauan dan Janji 598
Bab: Malu Terhadap Allah b 598
Bab: Pujian Terhadap Sedikitnya Harta 599
Riwayat Tentang Orang yang Cerdas 600
Bab: Orang yang Bersabar terhadap Kehidupan yang Berat
dan Tidak Ragu 601
Bab: Menyegaja Kesalahan 602
Bab: Orang yang Makan yang Halal atau yang Haram 602
Bab: Orang yang Mencela Saudaranya karena Suatu Dosa 603
Bab: Sombong 604
Bab: Orang yang Sibuk dengan Aibnya Sendiri
Sehingga Tidak Memperhatikan Aib Orang Lain 604
Bab: Sederhana 605
Bab: Orang yang Menyakiti Para Wali Allah 606
Bab: Orang yang Memberi Salam kepada Orang yang
Dicintai Allah 606
Bab: Tentang Orang yang Mencari Keridhaan Allah 607
Bab: Tentang Orang-Orang yang Menikmati dan Orang-Orang
Yang Berlebihan dalam Berbicara 608
Bab: Hak Allah Atas Para Hamba 609
Bab: Orang yang Mengucapkan Kalimat yang Tidak
Diperdulikannya 611
Bab: Berlomba-Lomba dalam Hal Bangunan 613
Bab: Melunasi Hutang 614
Bab: Riwayat Tentang Kegelisahan 614
Bab: Menghinakan Amalan Hamba pada Hari Kiamat 615
Bab: Seorang Mukmin Adalah Cermin Bagi Mukmin Lainnya 615
Bab: Tentang Apa yang Didambakan Orang Kaya di Akhirat 616
Bab: Berbaik Sangka Terhadap Allah 616
Bab: Para Roh adalah Balatentara yang Berhimpun 617
Bab: Berputus Asa Terhadap Apa yang Ada di Tangan
Orang Lain 617
Bab: Bersegera kepada Ketaatan 618
Bab: Apa yang Dikhawatirkan dari Kekayaan 618
Bab: Tentang Jihad terhadap Hawa Nafsu 619
Bab: Tentang Orang yang Merahasiakan Rahasia yang
Baik atau Lainnya 620
Bab: Riwayat Tentang Ahlul Bala‘ 621
Bab: Tentang Orang yang Menerima Wejangan dan Lainnya 622
Bab: Kadar yang Tersisa dari Dunia 623
Bab: Dekatnya Kiamat 623
Bab: Sesaat, Sesaat 632
Bab: Mengingat Mati 633
Bab: Para Shahabat Rasulullah g di Masa Hidup
Rasulullah g 637
KITAB TAUBAT
Bab: Orang yang Takut terhadap Dosa 647
Bab: Kematian Adalah Kaffarah (Penebus Dosa) 649
Bab: Mengharapkan Kematian Bagi yang Percaya Diri Akan
Amalnya, dan Mengharapkannya Ketika Rusaknya Zaman 650
Bab: Tentang Dosa-Dosa Anak Adam 652
Bab: Tentang Taubat 653
Bab: Anjuran Bertaubat 658
Bab: Sampai Kapan Diterimanya Taubat Hamba? 660
Bab: Menyesali Dosa 663
Bab: Tentang Orang yang Melakukan Kebaikan-Kebaikan
Setelah Melakukan Keburukan-Keburukan 667
Bab: Mengakui Dosa 668
Bab: Tentang Orang yang Panjang Umur dari Kaum Muslimin 669
Bab: Tentang Umur-Umur Umat Ini 673
Bab: Riwayat tentang Istighfar 674
Bab: Anjuran Beristighfar 676
Bab: Menyegerakan Permohonan Ampun Kepada Allah c 684
Bab: Memperbanyak Istighfar 684
Bab: Tentang Membiasakan Istighfar. 687
Bab: Bertaubat Pada Malam Nisfu Sya’ban 687
Bab: Bagaimana Beristighfar 691
Bab: Istighfar untuk Kaum Mukminin dan Mukminat 693
Bab: Tentang Apa-Apa yang Dapat Menghapuskan
Kesalahan-Kesalahan 693
Bab: Tentang Keluasan Rahmat Allah dan Ampunan-Nya Atas
Dosa-Dosa 700


Rabu, 09 Januari 2013

Al Bidayah wa An Nihayah Edisi Lengkap





Inilah edisi terjemah Kitab Al Bidayah wa An-Nihayah  karya Imam Al Hafidz Ibnu Katsir -rahimahulloh- ini adalah satu dari sekian banyak buku induk sejarah dan biografi, yang menjadi pondasi penulisan sejarah Islam dan bangsa Arab .Kitab ini menjadi pintu masuk berbagai dekade penulisan sejarah , dimana kitab ini ditulis pada akhir abad ke 8 Hijriyah. Di samping itu, kitab ini adalah buah karya seorang ulama yang ahli hadits yang memahami hadits, yang mampu memperjelas kedudukan hadits dan menulis berbagai dasar-dasar ilmu hadits, dalam keilmuan ini dia mencapai level bergelar huffazh (penghafal hadits).
     Keahliannya itu sangat berpengaruh pada kitab karyanya ini. Pcmbahasan yang ibnu katsir -rahimahulloh- kemukakan dalam kitab ini adalah awal mula manusia yang menjadi khalifah di muka bumi, kisah-kisah para nabi, dan umat-umat terdahulu sesuai dengan penjelasan Al Qur'an dan hadits-hadits shahih. Beliau -rahimahulloh-  juga mengupas tentang khabar gharib (langka), munkar dan khabar yang bersumber dari kaum Israil. Langkah selanjutnya dia menegaskan tentang sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad, -Sholallahu Alaihi Wassalam-  dan sejarah perkembangan Islam hingga pada masa hidup beliau -rahimahulloh-  ( pada abad ke 8 Hijriah) .Kemudian dia beralih pada pembahasan tentang fitnah (bencana yang menimpa umat manusia), tanda-tanda Hari Kiamat, dan berbagai kondisi kehidupan akhirat.
Jadi, kitab ini sungguh-sungguh komprehenship mengupas tentang sejarah Islam, yang mana hati semua orang berkeinginan menelitinya, rasa dahaganya terobati setelah melihat berbagai keagungan sejarah kita umat Islam yang agung ini, yang memecahkan kedalam sejarah, yang pemah menjadi pemimpin dunia untuk beberapa abad lamanya, sejarah umat Islam pemah mengisi dunia dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, setelah kezhaliman dan penyaimpangan memenuhi dunia.
     Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh-  meneliti tentang permulaan khalifah (orang pertama di muka bumi), kisah-kisah para Nabi – alaihi salam ajma’in-, bermacam-macam ujian yang menimpa umat manusia dan berbagai kisah peperangan yang membawa banyak korban (al malahim) dengan penelitian yang sangat mendalam, dia menyusun bahan-bahannya langsung bersumber dari Al Quran dan Sunnah Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- . beliau -rahimahulloh- mengelaborasi antara tafsir dan sejarahnya, dia meneliti sejarah Islam hingga tahun 767 Hijriyah, menghimpun berbagai peristiwa dan biografi orang-orang terkenal.
Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh-  menjadi murid langsung dari kedua tokoh ulama dari sekian tokoh yang ahli dalam bidang ini, yaitu Al Imam  Al Qasim bin Muhammad Al Birzali dan  Al Imam Syamsuddin Adz-Dzahabi, -rahimahumalloh-  ahli sejarah Islam.
Kitabnya ini banyak mengikuti jejak karya tulis yang dihimpun oleh kedua gurunya tersebut, dan dia menambahkan berbagai perkembangan sejarah yang terjadi setelah mereka berdua, dan peristiwa yang terjadi pada masa hidupnya hingga menjelang wafatnya pada sepertiga terakhir abad ke 8 Hijriyah.
     Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh- , pada bagian terakhir pembahasan tentang berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di sepanjang tahun 739 Hijriyah menjelaskan,
 “ inilah bagian terakhir peristiwa sejarah yang dicatat oleh guru kami Al Hafizh Alamuddin Al Birzali -rahimahulloh-  dalam kitabnya yang mengomentari catatan sejarah oleh Syaikh Syihabuddin Abi Syamah Al Maqdisi -rahimahulloh- , dan aku mengomentari kitab sejarahnya ini hingga pada masa hidup kami ini, dan aku telah menyelesaikannya secara tuntas mengenai catatan sejarah yang dibuatnya pada hari Rabu 20 Jumadil Akhirah 751 Hijriyah, dan hingga pembahasan inilah tulisanku tentang sejarah sejak penciptaan Adam hingga peristiwa pada masa kami, ini berakhir, segala puji bagi Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- “
       Demikian juga, Ibnu Katsir pernah membaca kitab yang secara utuh membahas tentang sejarah yakni Tarikh Islam karya Imam Adz-Dzahabi -rahimahulloh- , dan dia mengutip dari kitab tersebut, serta memasukkannya ke dalam kitabnya Al Bidayah wa An-Nihayah ini, seperti langkah Ibnu Al Atsir -rahimahulloh- dalam Al Kamil.
Karena dia menyusun berbagai peristiwa sejarah berdasarkan tahun hijriyah sesudah Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- berhijrah, lalu dia mengupas seluruh peristiwa dengan panjang lebar.
      Tidak ada seorang pun yang bergelar Al Hafizh seperti Ibnu Katsir -rahimahulloh-  dia menyampaikan sebuah riwayat dan membiarkan 'illat yang merusak keshahihannya tetap ada, serta mengabaikan membuka kembali riwayat tersebut tetap tertahan, tanpa diketahui ke-shahahihannya dari kelemahannya, bahkan dia memilih menyampaikan berbagai riwayat, sanad periwayatannya, dan berbagai penjelasan pendahulunya, memilah riwayat yang shahih dari yang dha 'if, dan mengemukakan dalil pendukung setiap penjelasan.
       Mayoritas ulama, antara lain Imam Al Mufassir Ibnu Jarir Ath-Thabari -rahimahulloh- dalam Tarikh karyanya, menceritakan bahwa mereka membebaskan diri mereka dari tanggung jawab ketika mereka menyampaikan apa yang mereka sampaikan hanya cukup dengan mengemukakan sanad-sanadnya saja, hal ini dinilai cukup maksimal dalam menjelaskan berbagai periode, yang mana pengetahuan tentang biografi, para tokoh terkemuka dan berbagai kondisi mereka termasuk sejumlah ilmu pengetahuan, yang mana para pencari ilmu apa lagi para ulama tidak luput dari pengetahuan, dan pengambilan sumber dari berbagai kitab yang ditulis di tangan para ulama semestinya dengan cara mendengar langsung, berbagai ajaran dan penjelasan, di samping terus-menerus mengamati perkembangan tahun demi tahun terus, kemudian abad demi abad terus mengalami perubahan dari segala sisi.
     Diantara yang paling jelas mengalami perubahan adalah ilmu pengetahuan yang agung ini, yakni berbagai riwayat hidup dan para periwayat, penilaian cacat dan adilnya periwayat, dan hanya diketahui oleh segelintir dari kalangan ulama. Jadi, tidaklah cukup hanya menyebutkan sanad pada hari ini, di mana banyak terjadi langkah-langkah yang salah dan kekacauan antara berbagai riwayat dan berbagai cetakan yang tidak benar, yang cukup menenangkan ke-shahihan riwayat dari  “illat yang merusaknya.
     Sungguh, menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak untuk meluruskan perjalanan yang agung ini, yang disebut-sebut sebagai satu dari sekian warisan dunia Islam, dan membebaskannya dari berbagai hal yang menimpanya seperti kesalahan membaca, distorsi, penghilangan dan pengacauan berbagai riwayat, yang mana revisi dari berbagai revisi sedikit luput dari hal-hal tersebut, jadi inilah dorongan yang kuat untuk melakukan pelumsan hal tersebut, dan mengemasnya dalam bentuk yang semestinya.
      Jadi, Tarikh karya Ibnu Katsir seperti telah dikemukakan, termasuk kitab yang sangat panjang dan mendalam pembahasannya, yang menghimpun berbagai peristiwa sejarah dan biografi orang-orang terkenal, dan menjelaskan perbedaan sanad yang menjadi sandarannya.
Kebohongan dan plagiasi banyak terjadi pada masa-masa akhir periode sahabat, dan para tabi'in menghadapi hal tersebut dengan obat yang paling utama dan efektif, yaitu memegangi sanad. Ibnu Al Mubarak -rahimahulloh-  mengatakan, memegangi sanad termasuk ilmu pengetahuan agama, kalau saja tidak ada ilmu pengetahuan tentang memegangi sanad, pasti seseorang akan berkata apa pun yang diinginkannya.
Ibnu Sirin -rahimahulloh-  menjelaskan, mereka tidak pernah bertanya tentang sanad yang menjadi pegangan, ketika fitnah terjadi, mereka berkata, sebutlah kami orang-orang yang menjadi sandaran kalian semua. Ulama dari golongan tabi'in dan pengikut mereka benar-benar memahami penyakit ini dalam waktu yang tidak menentu dari sejarah umat ini. Diletakkanlah dasar-dasar tentang riwayat hadits, penerimaan riwayat, penilaian cacat dan adil seorang periwayat, dan berbagai metode menceritakan hadits. Dan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  mentaqdirkan, seperti dikemukakan oleh Abdullah bin Al Mubarak -rahimahulloh- , dengan kebenaran orang-orang yang ahli, penjelasan ini tidaklah semata-mata untuk membesar-besarkan orang yang berbohong, tidak pula klaim yang kosong, bahkan bertujuan untuk mengetahui kenyataan yang sebenamya, yang hanya bisa ditemukan oleh orang yang membaca dengan segenap jerih payah, usaha untuk menghasilkannya, dan penelitian yang telah mereka lakukan, maka Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  mentakdirkan untuk memilah yang shahih dari yang tidak shahih, dan orang-orang yang menghafal Sunnah Rasulullah .
      Banyak karya tulis yang bertemakan sejarah dengan beragam sudut pandang, yang dituangkan ke dalam An-Nihayah, bersumber dari materi itulah, struktur bangunan sejarah tersebut sampai ke berbagai generasi penerusnya dengan cara mengutip/meriwayatkan catatan sejarah para pendahulu mereka.
Banyaknya karya tulis tersebut, di samping keragaman waktu, kawasan, kecenderungan dan tujuan, telah meninggalkan warisan sejarah yang berlimpah jumlahnya, hanya saja warisan itu tidak luput dari sebagian kekacauan, kontradiktif dan kelemahan, hasilnya dari ini semua adalah ketidak tegasan dalam penulisan sejarah dan kesalahan dalam teks-teks yang membangunnya dan pelajaran yang diambil dari sejarah tersebut.
Kemudian, sesuatu yang sangat beresiko ini, sejumlah orang yang mengikuti keinginan nafsunya cenderung menyisipkan materi yang turut menyuburkan tercemarnya kebaikan sejarah umat ini dan para pendahulunya.
         Berawal dari semua inilah, sangat tampak keistimewaan penulis buku sejarah ini adalah orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dari kalangan ulama ahli hadits, yang mengerti berbagai dasar-dasar periwayatan, karakteristik yang membedakan, kritik dan riwayat yang bisa diterima dan dan ditolak.
Keistimewaan ini terlihat dengan jelas dalam banyak pembahasan dari kitab ini, hanya saja masih ada dalam beberapa pembahasan lain dari kitab tersebut, yang terlewatkan, baik hal tersebut dalam segi teks berbagai hadits, dalam mengkritik berbagai riwayat, atau pun dalam menimbang berbagai hadits yang kontradiktif serta berbeda penjelasannya, seperti perbedaan tahun di mana peristiwa tertentu itu terjadi atau dalam penyusunan dua peristiwa atau lebih, dalam menjelaskan wafatnya seseorang, atau pun bukti-bukti yang menguatkan peristiwa tertentu dan seterusnya.
      Ibnu Katsir datang pada abad ke 8 Hijriyah, dan sebelumnya telah hadir banyak karya tulis selama enam abad, dan dia mempunyai bahan yang sangat luas, dan di hadapanya terbuka sesuatu yang secara kontrit tidak pernah diketahui oleh pendahulunya, karena setiap ilmu pengetahuan pada awal peletakannya terasa sangat sulit, kemudian terus-menerus mengalami perkembangan dan mendapat perhatian, sehingga mencapai titik kematangan.
Lantas, dia menyusun kitabnya ini, dan dia membuatnya seperti mengklarifikasi dan mencermati terhadap karya sebelumnya. Bahkan, tidaklah berlebihan kalau seseorang mengatakan, bahwa kitab ini hampir menjadi penutup jalan untuk menyusun kembali sejarah yang diawali dengan penciptaan makhluk serta kelanjutannya seperti berbagai kisah orang-orang terdahulu, kemudian memperluas dan menjelaskan secara detail tentang fase perjalanan hidup Nabi yang sangat harum, dilanjutkan sesudah itu dengan berbagai peristiwa dan berbagai informasi, yang di dalamnya berbaur berbagai peristiwa dengan berbagai biografi, tempat dengan manusia yang mendiaminya, kedua hal tersebut adalah materi pokok tentang ilmu sejarah, hingga beberapa tahun menjelang wafatnya.

Inilah edisi terjemah jilid 1,  dari Kitab Al Bidayah An Nihayah, karya Imam Ibnu katsir -rahimahulloh- , Insya Alloh Azza Wa Jalla HADIR DALAM EDISI LENGKAP .

Jilid 1 , berisi pembahasan :
 penciptaan langit dan Bumi,
 Penciptaan Jin dan Syaitan,
 Kisah Para nabi dari Nabi Adam alaihissalam – sampai Nabi Ishaq –Alaihissalam-


Al Bidayah wa An Nihayah [ Jilid 1 ]
Judul asli : Al Bidayah Wa An Nihayah
Penulis : Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh-
Tahqiq : Syaikh Dr. Abdulloh bin Abdul Muhsin At Turki
Fisik : buku ukuran sedang, Hardcover,836 hlm
Penerbit : Pustaka Azzam
Harga Rp : -
Pemesanan ; albarroagency.blogspot.com sms : 08561105180

Jumat, 07 Desember 2012


Teh Celup kulit Buah Manggis adalah teh celup alami yang terbuat dari kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L).Diolah secara higienis dan disajikan secara praktis dalam kantong celup sehingga memberikan cita rasa khas dan manfaat kulit buah manggis.
Kulit Buah Manggis telah dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan  tubuh diantaranya meningkatkan kekebalan tubuh,menurunkan darah tinggi,mengatasi radikal bebas,dan menurunkan kolesterol serta membantu mengobati kanker.
Temukan cita rasateh pilihan dan manfaat kulit buah manggis dalam setiap aktifitas minum teh anda dengan teh celup dari kulit manggis (garcinia mangostana L).

Cara Menyajikan :
  • Masukkan 1 kantong teh celup kulit manggis ke dalam gelas atau cangkir.
  • Tuangkan air mendidih ke dalamnya
  • Diamkan beberapa saat sampai diperoleh warna,kepekatan dan aroma yang mantap
  • Aduk perlahan lalu angkat kantong teh celup kulit manggis dengan sendok
  • Tambahkan gula sesuai selera
  • Kesegaran rasa dan manfaat teh celup kulit manggis siap dinikmati,konsumsi 2x kali sehari





Teh celup daun sirsak ini dibuat dari daun sirsak yang telah terbukti mampu melawan berbagai macam kanker ganas. Teh daun sirsak sangat mudah dikonsumsi dan mempunyai manfaat/khasiat yang luar biasa!
Khasiat daun sirsak :
  • Membunuh sel-sel kanker tanpa mengganggu sel-sel sehat dalam tubuh
  • Menyerang sel kanker secara aman dan efektif, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok seperti yang terjadi pada kemotherapy
  • Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan
  • Secara efektif memilih target dan membunuh sel-sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda seperti, kanker, Usus besar, payudara, prostat, paru-paru, pankreas, serviks, dan leukimia
  • Dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker, daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dibanding andriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan
  • Menambah kekebalan tubuh dan mencegah asam urat
  • Membantu proses penyembuhan atau perawatan penyakit
  • Anti tumor atau kanker yang sangat kuat
Manfaat Teh Daun Sirsak
Efek yang ditimbulkan dari air rebusan daun sirsak adalah rasa hangat di perut dan memicu pengeluaran keringat. Dalam dua minggu penggunaan, penderita kanker dapat memeriksakan diri ke dokter untuk mengecek pertumbuhan sel kanker, dan bagi para pasien yang telah mencoba, daun sirsak bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Hasil yang lebih signifikan terlihat setelah 3-4 minggu penggunaan.
Keistimewaan ekstrak daun sirsak adalah efeknya yang bekerja hanya pada sel-sel yang tumbuh abnormal dalam tubuh. Namun, ekstrak daun sirsak tidak mengganggu pertumbuhan sel-sel normal dalam tubuh. Kemampuan ini disebabkan oleh senyawa aktif Acetogenins yang terdapat dalam ekstrak daun sirsak. Senyawa ini berfungsi mengontrol pembelahan sel kanker dengan menghambat aliran energi pada proses pembelahan sel tersebut. Pembelahan sel kanker yang berjalan beberaaa puluh kali lebih cepat dari sel normal membutuhkan energi yang besar. Dengan hambatan pada aliran energi yang dilakukan oleh Acetogenins, proses pembelahan sel kanker dapat dihambat secara berkala.
Jika dibandingkan dengan kemoterapi, efek ini jauh lebih menguntungkan, sebab kemoterapi membunuh baik sel abnormal maupun normal dalam tubuh. Efek samping yang ditunjukkan oleh ekstrak daun sirsak pun minimal, dan tidak menunjukkan efek yang ditimbulkan kemoterapi seperti rasa mual dan rambut rontok. Daun sirsak juga memiliki fungsi menjaga sistem imun dan mencegah infeksi. Beberapa pengalaman pasien menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak bermanfaat untuk menyembuhkan kanker serviks, payudara, pankreas, prostat, kolon, dan paru-paru. Sebagai tindak lanjut penemuan khasiat daun sirsak untuk kesehatan, beberapa perusahaan memprduksi ekstrak daun sirsak dalam bentuk kapsul. Namun, jika anda menginginkan efek yang lebih alami, maka cara tradisional dengan merebus daun tetap dapat digunakan.

Senin, 03 Desember 2012




Hadramaut Honey Super - Asli Yaman 

Madu ini berkhasiat untuk menghilangkan segala penyakit yang ada di dalam tubuh dan berguna untuk menyempurnakan metabolisme pergerakan tubuh.karena madu ini adalah madu yang sangat bagus.

Riset yang dilakukan oleh University of Ottawa ( Canada) menemukan bahwa:

- Efektifitas Madu Hadra Maut dalam membunuh bakteri MSSA ( methicillin sensitive staphylococcus aureus) mencapai 63%

- Efektifitas Madu Hadra Maut dalam membunuh bakteri MRSA ( methicillin-resistant Staphylococcus aureus) mencapai 73%

- Efektifitas Madu Hadra Maut dalam membunuh bakteri PA mencapai 91%

Madu Yaman ( Hadhramaut) memiliki kemampuan membunuh yang kuat terhadap aneka bakteri tersebut, bahkan lebih hebat dibanding anti-mikroba yang paling hebat yang digunakan kedokteran modern saat ini.

Madu ini berasal dari lebah yang memperoleh makanan dari pohon Sidr di Hadhramaut ( Yaman) . Pohon Shidr adalah pohon kuno sejenis bidara yang disebutkan dalam kitab suci Al-Qur' an ( surah Saba' : 15-16) . Karena khasiatnya yang tinggi dan produksinya yang tidak banyak, madu Sidr ini sudah lama menjadi madu yang paling mahal di dunia.
 

Harga: Rp 80.000,- (belum termasuk ongkir)
 

Pemesanan Hubungi: 08561105180