Rabu, 09 Januari 2013

Al Bidayah wa An Nihayah Edisi Lengkap





Inilah edisi terjemah Kitab Al Bidayah wa An-Nihayah  karya Imam Al Hafidz Ibnu Katsir -rahimahulloh- ini adalah satu dari sekian banyak buku induk sejarah dan biografi, yang menjadi pondasi penulisan sejarah Islam dan bangsa Arab .Kitab ini menjadi pintu masuk berbagai dekade penulisan sejarah , dimana kitab ini ditulis pada akhir abad ke 8 Hijriyah. Di samping itu, kitab ini adalah buah karya seorang ulama yang ahli hadits yang memahami hadits, yang mampu memperjelas kedudukan hadits dan menulis berbagai dasar-dasar ilmu hadits, dalam keilmuan ini dia mencapai level bergelar huffazh (penghafal hadits).
     Keahliannya itu sangat berpengaruh pada kitab karyanya ini. Pcmbahasan yang ibnu katsir -rahimahulloh- kemukakan dalam kitab ini adalah awal mula manusia yang menjadi khalifah di muka bumi, kisah-kisah para nabi, dan umat-umat terdahulu sesuai dengan penjelasan Al Qur'an dan hadits-hadits shahih. Beliau -rahimahulloh-  juga mengupas tentang khabar gharib (langka), munkar dan khabar yang bersumber dari kaum Israil. Langkah selanjutnya dia menegaskan tentang sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad, -Sholallahu Alaihi Wassalam-  dan sejarah perkembangan Islam hingga pada masa hidup beliau -rahimahulloh-  ( pada abad ke 8 Hijriah) .Kemudian dia beralih pada pembahasan tentang fitnah (bencana yang menimpa umat manusia), tanda-tanda Hari Kiamat, dan berbagai kondisi kehidupan akhirat.
Jadi, kitab ini sungguh-sungguh komprehenship mengupas tentang sejarah Islam, yang mana hati semua orang berkeinginan menelitinya, rasa dahaganya terobati setelah melihat berbagai keagungan sejarah kita umat Islam yang agung ini, yang memecahkan kedalam sejarah, yang pemah menjadi pemimpin dunia untuk beberapa abad lamanya, sejarah umat Islam pemah mengisi dunia dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, setelah kezhaliman dan penyaimpangan memenuhi dunia.
     Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh-  meneliti tentang permulaan khalifah (orang pertama di muka bumi), kisah-kisah para Nabi – alaihi salam ajma’in-, bermacam-macam ujian yang menimpa umat manusia dan berbagai kisah peperangan yang membawa banyak korban (al malahim) dengan penelitian yang sangat mendalam, dia menyusun bahan-bahannya langsung bersumber dari Al Quran dan Sunnah Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- . beliau -rahimahulloh- mengelaborasi antara tafsir dan sejarahnya, dia meneliti sejarah Islam hingga tahun 767 Hijriyah, menghimpun berbagai peristiwa dan biografi orang-orang terkenal.
Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh-  menjadi murid langsung dari kedua tokoh ulama dari sekian tokoh yang ahli dalam bidang ini, yaitu Al Imam  Al Qasim bin Muhammad Al Birzali dan  Al Imam Syamsuddin Adz-Dzahabi, -rahimahumalloh-  ahli sejarah Islam.
Kitabnya ini banyak mengikuti jejak karya tulis yang dihimpun oleh kedua gurunya tersebut, dan dia menambahkan berbagai perkembangan sejarah yang terjadi setelah mereka berdua, dan peristiwa yang terjadi pada masa hidupnya hingga menjelang wafatnya pada sepertiga terakhir abad ke 8 Hijriyah.
     Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh- , pada bagian terakhir pembahasan tentang berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di sepanjang tahun 739 Hijriyah menjelaskan,
 “ inilah bagian terakhir peristiwa sejarah yang dicatat oleh guru kami Al Hafizh Alamuddin Al Birzali -rahimahulloh-  dalam kitabnya yang mengomentari catatan sejarah oleh Syaikh Syihabuddin Abi Syamah Al Maqdisi -rahimahulloh- , dan aku mengomentari kitab sejarahnya ini hingga pada masa hidup kami ini, dan aku telah menyelesaikannya secara tuntas mengenai catatan sejarah yang dibuatnya pada hari Rabu 20 Jumadil Akhirah 751 Hijriyah, dan hingga pembahasan inilah tulisanku tentang sejarah sejak penciptaan Adam hingga peristiwa pada masa kami, ini berakhir, segala puji bagi Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala- “
       Demikian juga, Ibnu Katsir pernah membaca kitab yang secara utuh membahas tentang sejarah yakni Tarikh Islam karya Imam Adz-Dzahabi -rahimahulloh- , dan dia mengutip dari kitab tersebut, serta memasukkannya ke dalam kitabnya Al Bidayah wa An-Nihayah ini, seperti langkah Ibnu Al Atsir -rahimahulloh- dalam Al Kamil.
Karena dia menyusun berbagai peristiwa sejarah berdasarkan tahun hijriyah sesudah Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- berhijrah, lalu dia mengupas seluruh peristiwa dengan panjang lebar.
      Tidak ada seorang pun yang bergelar Al Hafizh seperti Ibnu Katsir -rahimahulloh-  dia menyampaikan sebuah riwayat dan membiarkan 'illat yang merusak keshahihannya tetap ada, serta mengabaikan membuka kembali riwayat tersebut tetap tertahan, tanpa diketahui ke-shahahihannya dari kelemahannya, bahkan dia memilih menyampaikan berbagai riwayat, sanad periwayatannya, dan berbagai penjelasan pendahulunya, memilah riwayat yang shahih dari yang dha 'if, dan mengemukakan dalil pendukung setiap penjelasan.
       Mayoritas ulama, antara lain Imam Al Mufassir Ibnu Jarir Ath-Thabari -rahimahulloh- dalam Tarikh karyanya, menceritakan bahwa mereka membebaskan diri mereka dari tanggung jawab ketika mereka menyampaikan apa yang mereka sampaikan hanya cukup dengan mengemukakan sanad-sanadnya saja, hal ini dinilai cukup maksimal dalam menjelaskan berbagai periode, yang mana pengetahuan tentang biografi, para tokoh terkemuka dan berbagai kondisi mereka termasuk sejumlah ilmu pengetahuan, yang mana para pencari ilmu apa lagi para ulama tidak luput dari pengetahuan, dan pengambilan sumber dari berbagai kitab yang ditulis di tangan para ulama semestinya dengan cara mendengar langsung, berbagai ajaran dan penjelasan, di samping terus-menerus mengamati perkembangan tahun demi tahun terus, kemudian abad demi abad terus mengalami perubahan dari segala sisi.
     Diantara yang paling jelas mengalami perubahan adalah ilmu pengetahuan yang agung ini, yakni berbagai riwayat hidup dan para periwayat, penilaian cacat dan adilnya periwayat, dan hanya diketahui oleh segelintir dari kalangan ulama. Jadi, tidaklah cukup hanya menyebutkan sanad pada hari ini, di mana banyak terjadi langkah-langkah yang salah dan kekacauan antara berbagai riwayat dan berbagai cetakan yang tidak benar, yang cukup menenangkan ke-shahihan riwayat dari  “illat yang merusaknya.
     Sungguh, menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak untuk meluruskan perjalanan yang agung ini, yang disebut-sebut sebagai satu dari sekian warisan dunia Islam, dan membebaskannya dari berbagai hal yang menimpanya seperti kesalahan membaca, distorsi, penghilangan dan pengacauan berbagai riwayat, yang mana revisi dari berbagai revisi sedikit luput dari hal-hal tersebut, jadi inilah dorongan yang kuat untuk melakukan pelumsan hal tersebut, dan mengemasnya dalam bentuk yang semestinya.
      Jadi, Tarikh karya Ibnu Katsir seperti telah dikemukakan, termasuk kitab yang sangat panjang dan mendalam pembahasannya, yang menghimpun berbagai peristiwa sejarah dan biografi orang-orang terkenal, dan menjelaskan perbedaan sanad yang menjadi sandarannya.
Kebohongan dan plagiasi banyak terjadi pada masa-masa akhir periode sahabat, dan para tabi'in menghadapi hal tersebut dengan obat yang paling utama dan efektif, yaitu memegangi sanad. Ibnu Al Mubarak -rahimahulloh-  mengatakan, memegangi sanad termasuk ilmu pengetahuan agama, kalau saja tidak ada ilmu pengetahuan tentang memegangi sanad, pasti seseorang akan berkata apa pun yang diinginkannya.
Ibnu Sirin -rahimahulloh-  menjelaskan, mereka tidak pernah bertanya tentang sanad yang menjadi pegangan, ketika fitnah terjadi, mereka berkata, sebutlah kami orang-orang yang menjadi sandaran kalian semua. Ulama dari golongan tabi'in dan pengikut mereka benar-benar memahami penyakit ini dalam waktu yang tidak menentu dari sejarah umat ini. Diletakkanlah dasar-dasar tentang riwayat hadits, penerimaan riwayat, penilaian cacat dan adil seorang periwayat, dan berbagai metode menceritakan hadits. Dan Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  mentaqdirkan, seperti dikemukakan oleh Abdullah bin Al Mubarak -rahimahulloh- , dengan kebenaran orang-orang yang ahli, penjelasan ini tidaklah semata-mata untuk membesar-besarkan orang yang berbohong, tidak pula klaim yang kosong, bahkan bertujuan untuk mengetahui kenyataan yang sebenamya, yang hanya bisa ditemukan oleh orang yang membaca dengan segenap jerih payah, usaha untuk menghasilkannya, dan penelitian yang telah mereka lakukan, maka Alloh -Subhanahu Wa Ta'ala-  mentakdirkan untuk memilah yang shahih dari yang tidak shahih, dan orang-orang yang menghafal Sunnah Rasulullah .
      Banyak karya tulis yang bertemakan sejarah dengan beragam sudut pandang, yang dituangkan ke dalam An-Nihayah, bersumber dari materi itulah, struktur bangunan sejarah tersebut sampai ke berbagai generasi penerusnya dengan cara mengutip/meriwayatkan catatan sejarah para pendahulu mereka.
Banyaknya karya tulis tersebut, di samping keragaman waktu, kawasan, kecenderungan dan tujuan, telah meninggalkan warisan sejarah yang berlimpah jumlahnya, hanya saja warisan itu tidak luput dari sebagian kekacauan, kontradiktif dan kelemahan, hasilnya dari ini semua adalah ketidak tegasan dalam penulisan sejarah dan kesalahan dalam teks-teks yang membangunnya dan pelajaran yang diambil dari sejarah tersebut.
Kemudian, sesuatu yang sangat beresiko ini, sejumlah orang yang mengikuti keinginan nafsunya cenderung menyisipkan materi yang turut menyuburkan tercemarnya kebaikan sejarah umat ini dan para pendahulunya.
         Berawal dari semua inilah, sangat tampak keistimewaan penulis buku sejarah ini adalah orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dari kalangan ulama ahli hadits, yang mengerti berbagai dasar-dasar periwayatan, karakteristik yang membedakan, kritik dan riwayat yang bisa diterima dan dan ditolak.
Keistimewaan ini terlihat dengan jelas dalam banyak pembahasan dari kitab ini, hanya saja masih ada dalam beberapa pembahasan lain dari kitab tersebut, yang terlewatkan, baik hal tersebut dalam segi teks berbagai hadits, dalam mengkritik berbagai riwayat, atau pun dalam menimbang berbagai hadits yang kontradiktif serta berbeda penjelasannya, seperti perbedaan tahun di mana peristiwa tertentu itu terjadi atau dalam penyusunan dua peristiwa atau lebih, dalam menjelaskan wafatnya seseorang, atau pun bukti-bukti yang menguatkan peristiwa tertentu dan seterusnya.
      Ibnu Katsir datang pada abad ke 8 Hijriyah, dan sebelumnya telah hadir banyak karya tulis selama enam abad, dan dia mempunyai bahan yang sangat luas, dan di hadapanya terbuka sesuatu yang secara kontrit tidak pernah diketahui oleh pendahulunya, karena setiap ilmu pengetahuan pada awal peletakannya terasa sangat sulit, kemudian terus-menerus mengalami perkembangan dan mendapat perhatian, sehingga mencapai titik kematangan.
Lantas, dia menyusun kitabnya ini, dan dia membuatnya seperti mengklarifikasi dan mencermati terhadap karya sebelumnya. Bahkan, tidaklah berlebihan kalau seseorang mengatakan, bahwa kitab ini hampir menjadi penutup jalan untuk menyusun kembali sejarah yang diawali dengan penciptaan makhluk serta kelanjutannya seperti berbagai kisah orang-orang terdahulu, kemudian memperluas dan menjelaskan secara detail tentang fase perjalanan hidup Nabi yang sangat harum, dilanjutkan sesudah itu dengan berbagai peristiwa dan berbagai informasi, yang di dalamnya berbaur berbagai peristiwa dengan berbagai biografi, tempat dengan manusia yang mendiaminya, kedua hal tersebut adalah materi pokok tentang ilmu sejarah, hingga beberapa tahun menjelang wafatnya.

Inilah edisi terjemah jilid 1,  dari Kitab Al Bidayah An Nihayah, karya Imam Ibnu katsir -rahimahulloh- , Insya Alloh Azza Wa Jalla HADIR DALAM EDISI LENGKAP .

Jilid 1 , berisi pembahasan :
 penciptaan langit dan Bumi,
 Penciptaan Jin dan Syaitan,
 Kisah Para nabi dari Nabi Adam alaihissalam – sampai Nabi Ishaq –Alaihissalam-


Al Bidayah wa An Nihayah [ Jilid 1 ]
Judul asli : Al Bidayah Wa An Nihayah
Penulis : Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh-
Tahqiq : Syaikh Dr. Abdulloh bin Abdul Muhsin At Turki
Fisik : buku ukuran sedang, Hardcover,836 hlm
Penerbit : Pustaka Azzam
Harga Rp : -
Pemesanan ; albarroagency.blogspot.com sms : 08561105180

Jumat, 07 Desember 2012


Teh Celup kulit Buah Manggis adalah teh celup alami yang terbuat dari kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L).Diolah secara higienis dan disajikan secara praktis dalam kantong celup sehingga memberikan cita rasa khas dan manfaat kulit buah manggis.
Kulit Buah Manggis telah dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan  tubuh diantaranya meningkatkan kekebalan tubuh,menurunkan darah tinggi,mengatasi radikal bebas,dan menurunkan kolesterol serta membantu mengobati kanker.
Temukan cita rasateh pilihan dan manfaat kulit buah manggis dalam setiap aktifitas minum teh anda dengan teh celup dari kulit manggis (garcinia mangostana L).

Cara Menyajikan :
  • Masukkan 1 kantong teh celup kulit manggis ke dalam gelas atau cangkir.
  • Tuangkan air mendidih ke dalamnya
  • Diamkan beberapa saat sampai diperoleh warna,kepekatan dan aroma yang mantap
  • Aduk perlahan lalu angkat kantong teh celup kulit manggis dengan sendok
  • Tambahkan gula sesuai selera
  • Kesegaran rasa dan manfaat teh celup kulit manggis siap dinikmati,konsumsi 2x kali sehari





Teh celup daun sirsak ini dibuat dari daun sirsak yang telah terbukti mampu melawan berbagai macam kanker ganas. Teh daun sirsak sangat mudah dikonsumsi dan mempunyai manfaat/khasiat yang luar biasa!
Khasiat daun sirsak :
  • Membunuh sel-sel kanker tanpa mengganggu sel-sel sehat dalam tubuh
  • Menyerang sel kanker secara aman dan efektif, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok seperti yang terjadi pada kemotherapy
  • Melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan
  • Secara efektif memilih target dan membunuh sel-sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda seperti, kanker, Usus besar, payudara, prostat, paru-paru, pankreas, serviks, dan leukimia
  • Dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker, daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dibanding andriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan
  • Menambah kekebalan tubuh dan mencegah asam urat
  • Membantu proses penyembuhan atau perawatan penyakit
  • Anti tumor atau kanker yang sangat kuat
Manfaat Teh Daun Sirsak
Efek yang ditimbulkan dari air rebusan daun sirsak adalah rasa hangat di perut dan memicu pengeluaran keringat. Dalam dua minggu penggunaan, penderita kanker dapat memeriksakan diri ke dokter untuk mengecek pertumbuhan sel kanker, dan bagi para pasien yang telah mencoba, daun sirsak bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Hasil yang lebih signifikan terlihat setelah 3-4 minggu penggunaan.
Keistimewaan ekstrak daun sirsak adalah efeknya yang bekerja hanya pada sel-sel yang tumbuh abnormal dalam tubuh. Namun, ekstrak daun sirsak tidak mengganggu pertumbuhan sel-sel normal dalam tubuh. Kemampuan ini disebabkan oleh senyawa aktif Acetogenins yang terdapat dalam ekstrak daun sirsak. Senyawa ini berfungsi mengontrol pembelahan sel kanker dengan menghambat aliran energi pada proses pembelahan sel tersebut. Pembelahan sel kanker yang berjalan beberaaa puluh kali lebih cepat dari sel normal membutuhkan energi yang besar. Dengan hambatan pada aliran energi yang dilakukan oleh Acetogenins, proses pembelahan sel kanker dapat dihambat secara berkala.
Jika dibandingkan dengan kemoterapi, efek ini jauh lebih menguntungkan, sebab kemoterapi membunuh baik sel abnormal maupun normal dalam tubuh. Efek samping yang ditunjukkan oleh ekstrak daun sirsak pun minimal, dan tidak menunjukkan efek yang ditimbulkan kemoterapi seperti rasa mual dan rambut rontok. Daun sirsak juga memiliki fungsi menjaga sistem imun dan mencegah infeksi. Beberapa pengalaman pasien menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak bermanfaat untuk menyembuhkan kanker serviks, payudara, pankreas, prostat, kolon, dan paru-paru. Sebagai tindak lanjut penemuan khasiat daun sirsak untuk kesehatan, beberapa perusahaan memprduksi ekstrak daun sirsak dalam bentuk kapsul. Namun, jika anda menginginkan efek yang lebih alami, maka cara tradisional dengan merebus daun tetap dapat digunakan.

Senin, 03 Desember 2012




Hadramaut Honey Super - Asli Yaman 

Madu ini berkhasiat untuk menghilangkan segala penyakit yang ada di dalam tubuh dan berguna untuk menyempurnakan metabolisme pergerakan tubuh.karena madu ini adalah madu yang sangat bagus.

Riset yang dilakukan oleh University of Ottawa ( Canada) menemukan bahwa:

- Efektifitas Madu Hadra Maut dalam membunuh bakteri MSSA ( methicillin sensitive staphylococcus aureus) mencapai 63%

- Efektifitas Madu Hadra Maut dalam membunuh bakteri MRSA ( methicillin-resistant Staphylococcus aureus) mencapai 73%

- Efektifitas Madu Hadra Maut dalam membunuh bakteri PA mencapai 91%

Madu Yaman ( Hadhramaut) memiliki kemampuan membunuh yang kuat terhadap aneka bakteri tersebut, bahkan lebih hebat dibanding anti-mikroba yang paling hebat yang digunakan kedokteran modern saat ini.

Madu ini berasal dari lebah yang memperoleh makanan dari pohon Sidr di Hadhramaut ( Yaman) . Pohon Shidr adalah pohon kuno sejenis bidara yang disebutkan dalam kitab suci Al-Qur' an ( surah Saba' : 15-16) . Karena khasiatnya yang tinggi dan produksinya yang tidak banyak, madu Sidr ini sudah lama menjadi madu yang paling mahal di dunia.
 

Harga: Rp 80.000,- (belum termasuk ongkir)
 

Pemesanan Hubungi: 08561105180

Selasa, 27 November 2012




Inilah rangkaian terjemah edisi lengkap 6 jilid  dari kitab At Tamyiz fi Talkhis Takhrij Ahadits Syarah Al Wajiz Al masyhur bi Talkhis Al Habir, sebuah kitab karya Imam Ibnu Hajar Al Atsqolani - rahimahulloh-  yang berupaya mentahrij hadits-hadits yang terkandung dalam kitab fiqih Syafiiyyah, Al Aziz Syarah Al Wajiz, tulisan Imam Abul Qosim Ar Rafi'i - rahimahulloh- [ w 623 H].
Imam Ibnu Hajar rahimahulloh  berkata tentang buku nya ini , "Aku telah memperhatikan takhrij hadits kitab syarh al wajiz karya Imam Abu Al Qasim Ar-Rafi'i semoga Allah membalas karyanya, yang dilakukan oleh sejumlah generasi baru (sezaman dengan beliau -red), diantaranya Al  Qadhi Izzuddin bin Jama'ah, Imam Abu Umamah bin An-Naqqasy, Al Allamah Sirajuddin Umar bin Ali Al Anshari dan Mufti Badruddin Muhammad bin Abdullah Az-Zarkasyi semuanya memiliki manfaat dan kelebihan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. 
Dan yang paling luas uraiannya serta paling baik penjelasannya adalah karangan guru kami, syaikh Sirajuddin. Hanya saja ia terlalu panjang dan berulang-ulang hingga sampai tujuh jilid. Kemudian aku melihat ia meringkasnya dalam satu jilid yang bagus dengan meninggalkan sejumlah penjelasan yang panjang padanya, maka aku pun berkeinginan  untuk meringkasnya menjadi sepertiga lebih kecil dari ukurannya, dengan tetap mengambil penjelasannya, dan alhamdulillah Allah telah menganugerahkan hal itu. Kemudian aku meneliti padanya sejumlah manfaat tambahan dari para pentakhrij yang tersebut namanya bersamanya, dan dari takhrij ahadits al hidayah  dalam fiqh Hanafi karya Imam Jamaluddin Az-Zaila'i; dimana ia mengingatkan padanya apa-apa yang  dijadikan dalil oleh para penentangnya. Aku berharap kepada Allah jika penelitian ini selesai ia dapat mencakup mayoritas dalil yang digunakan oleh 'para fuqaha dalam karya-karya mereka tentang masalah-masalah furu' (cabang), dan ini adalah tujuan yang mulia."

jilid ke 5 membahas :Pembagian fa’I, Ghanimah, Nikah, mahar, Khulu’, Thalaq, Kaffarat, nafkah.
Jilid ke 6 membahas: Murtad, Hukuman bagi Pezina, Khitan , Qurban dan Aqiqah.

Talkhishul Habir [ Edisi lengkap 6 Jilid ]
judul asli : At Tamyiz fi Talkhis Takhrij Ahadits Syarah Al Wajiz Al masyhur bi Talkhis Al Habir
Penulis : Imam Ibnu Hajar Al Atsqolani - rahimahulloh-
Fisik : Buku ukuran sedang, Hardcover, 624 hlm
Penerbit : Pustaka Azzam
Harga : via inbox fb atau call 08561105180

Jumat, 02 November 2012





Tafsir Imam Syafi'i
Penulis : Syaikh Ahmad Musthafa al-Farran
Penerjemah : Fedrian Hasmand, Fuad S.N., Ghafur S., Arya N.A.
Editor : Tim Almahira
Proofreader : Syarqy Aziz, Inda Hamidah
Muthala'ah oleh : M. Abdul Ghoffar
Desain sampul : Afra' Graphic Studio
Penataletak : Taufik Sholehuddin, Andre Nurwidodo Hartono
Cetakan 1, Februari 2008
Ukuran : 18 x 28 cm. 
Jilid : 3 jilid

Keistimewaan Tafsir Imam Syafi'i

Jika Imam Syafi'i menafsirkan suatu ayat, seakan-akan dia menyaksikan langsung proses turunnya ayat tersebut. Oleh karena itu, jika kita cermati secara saksama, Tafsir Imam Syafi'i memiliki banyak keistimewaan, di antaranya:
1.           Tafsir terkemuka yang paling dekat masanya dengan masa tabi'in dan tabi'ut tabi'in.
2.           Tidak ada ruang sedikit pun bagi kisah-kisah Israiliyat.
3.           Tafsir pertama yang menyinggung dan menjelaskan masalah khusus dan umum, mutlak dan muqayyad, yang terdapat di dalam nash-nash al-Qur'an, yang dihubungkan dengan hadis-hadis Rasulullah saw.
4.           Kefasihan dan kemudahan gaya bahasa yang digunakan disertai penjelasan yang detail, sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.
5.           Dalam menafsir ayat non-hukum, Imam Syafi'i menggunakan kalimat singkat.
6.           Dalam menjelaskan masalah-masalah cabang (furu'iyah) yang berkenaan dengan ayat-ayat hukum, Imam Syafi'i memberi penjelasan panjang lebar.
7.           Sandaran Imam Syafi'i pada tafsir ayat sebagai dalil bagi pendapatnya yang berkenaan dengan kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip dalam mazhabnya.
8.           Imam Syafi'i konsisten dalam bersandar pada mazhab salaf dalam menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan akidah.
9.           Dalam menafsirkan ayat, Imam Syafi'i berpedoman pada sumber-sumber berikut secara berurutan:
o        Tafsir al-Quran menggunakan al-Quran
o        Tafsir al-Quran dengan menggunakan hadis
o        Tafsir al-Quran dengan menggunakan Ijma'
o        Tafsir al-Quran dengan menggunakan Qiyas
o        Tafsir al-Quran dengan menggunakan pendapat para sahabat
o        Tafsir al-Quran dengan menggunakan pekataan para tabi'in dan imam
o        Tafsir al-Quran dengan menggunakan bahasa Arab dan gaya bahasanya.
Syaikh Abu Zahrah telah mensinyalir langkah-langkah ini secara tidak berurutan. Dia mengatakan, "Imam Syafi'i telah menempuh jalan lurus tersebut, dia menggunakan al-Quran dan as-Sunnah untuk menetapkan suatu hukum. Jika as-Sunnah tidak ditemukan, dia akan menggunakan alat bantu dari perkataan sahabat, baik yang menyangkut hal-hal yag disepakati maupun yang diperselisihkan. Kalau tidak menemukan perkataan sahabat, dia menggunakan alat bantu sastra dan bahasa Arab, logika, dan qiyas."


Selasa, 30 Oktober 2012





Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat
Penulis: 
Team Ahli Tafsir di Bawah Pengawasan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri
Cover: Hardcover
Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir
Berat: 1,24 Kg

Pengesahan Hadist Berdasarkan Kitab-Kitab Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dan Ulama Ahli Hadist Lainnya disertai Pembahasan yang Rinci dan Mudah Difahami.

Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu kitab tafsir yang paling banyak diterima dan tersebar di tengah ummat ini. Beliau telah banyak menghabiskan waktu yang sangat lama untuk menyusunnya. Tidak mengherankan jika penafsiran beliau sangat kaya dengan riwayat, baik hadits maupun atsar. bahkan hampir seluruh hadits periwayatan dari Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- dalam kitab Al Musnad tercantum dalam kitab tafsir ini. [dikatakan oleh Syaikh  Sami bin Muhammad Salamah, dalam tahqiq beliau pada Kitab Tafsir Al Quranul Adzim cet. Darul Thayibah 1420 H).
    Selain itu, Metode penyusunan yang digunakan dengan cara menyebutkan ayat terlebih dahulu, kemudian menjelaskan makna secara umum, selanjutnya menafsirkannya dengan ayat , hadits, perkataan Shohabat dan tabi'in. Terkadang beliau menjelaskan seputar hukum yang berkiatan dengan ayat, dengan dukungan dalil lain dari Al Quran dan hadits serta dilengkapi dengan pendapat para Ahli Fiqh disertai dalilnya apabila masalah tersebut dikhilafkan diantara mereka, selanjutnya Beliau merajihkan ( memilih dan menguatkan) salah satu pendapat tersebut
Namun demikian tidak bisa dihindari, dengan pembahasan yang panjang dan mendalam, maka mayoritas ummat yang masih awam akan merasa berat jika harus membaca kitab aslinya yang berjilid-jilid.
    Oleh karena itu Syaikh Shafiurrahman Al Mubarakfuri memimpin suatu tim untuk meringkasnya, memberikan judul pada tiap-tiap pembahasannya serta menisbatkan hadits kepada rawi yang meriwayatkannya, menampilkan hadits-hadits Shahih dan hasan saja, menjauhkan hadits dhaif dan maudhu serta membuang kisah-kisah israilliyat.

Dalam edisi terjemahan ini, terdapat kelebihan-kelebihan diantaranya   yakni
1. mencantumkan penomoran ayat dan surat,

2. mentakhrij semua hadits yang tercantum didalamnya dalam hal ini merujuk pada takhrij oleh Syaikh Hani Al Haaj baik dari sisi penomoran maupun pengesahan hadits. Apabila pengesahan berasal dari kitab Syaikh Albani -rahimahullah- , maka dicocokkan dengan penomoran dari kitab tersebut, apabila hadits-hadits tersebut pengesahannya dalam kitab al imam al muhadits Syaikh Al Albani  itu tidak ada, maka dirujuk pada kitab aslinya disertai pengesahan dari ulama terkemuka.

3. Dan masih banyak kelebihan lainnya yang dimiliki cetakan ini